Permasalahan sampah masih menjadi tantangan lingkungan di Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2024, sampah makanan mendominasi timbulan sampah nasional dengan persentase sekitar 39,36%. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sampah makanan yang tidak dikelola dengan baik akan mengalami proses pembusukan yang menghasilkan berbagai gas berbau tidak sedap, seperti amonia dan hidrogen sulfida. Paparan bau dari sampah makanan dapat menurunkan kenyamanan hidup masyarakat, memicu keluhan seperti sakit kepala, mual, gangguan pernapasan, serta menurunkan kualitas lingkungan di sekitar sumber sampah.
Sampah makanan memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna. Namun, pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pengelolaan dan pemanfaatan sampah makanan masih terbatas. Oleh karena itu, webinar "Dari Bau Menjadi Manfaat: Solusi untuk Sampah Makanan" diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai dampak, pengelolaan, dan pemanfaatan sampah makanan sehingga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
6uardian merupakan komunitas yang terdiri dari para awardee Yayasan Khouw Kalbe yang berfokus pada isu lingkungan, khususnya permasalahan sampah makanan dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup berkelanjutan. Melalui berbagai program edukasi, 6uardian berupaya mengajak masyarakat mengatasi permasalahan bau akibat sampah makanan melalui pengelolaan yang tepat serta pemanfaatannya menjadi sesuatu yang bernilai guna.Â
WEBINAR
"Dari Bau Menjadi Manfaat: Solusi untuk Sampah Makanan"
ð± Masih banyak yang belum menyadari bahwa Indonesia merupakan salah satu penyumbang sampah makanan terbesar di dunia. Lalu, bagaimana kondisi sebenarnya? Dan bagaimana cara mengelola sampah makanan agar lebih bermanfaat serta mendukung keberlanjutan lingkungan?
Yuk, temukan jawabannya dalam webinar:
â»ïž "Dari Bau Menjadi Manfaat: Solusi untuk Sampah Makanan"
Bersama narasumber:
ð€ Almira Ajeng Pangestika, S.T., Stat. (Statistisi BPS Provinsi Sulawesi Selatan)
ð Membahas fakta dan data sampah makanan di Indonesia.
ð€ Gede Herry Arum Wijaya, S.T., M.Eng (Direktur Yayasan AVIRAMA)
ð± Membahas transformasi sampah makanan menuju sustainability.
ðïž Master of Ceremony
Anggi Audia Putri
Awardee DJITU 2024 & Mahasiswi Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang
ð Minggu, 28 Juni 2026
â° 14.00 WIB
ð Zoom Meeting
Mari bersama membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah makanan bukan hanya tentang mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang dan manfaat bagi masa depan yang lebih berkelanjutan. ðð