HIGH FIVE
(Edukasi Gaslighting bagi Perempuan Muda)
(Edukasi Gaslighting bagi Perempuan Muda)
Kekerasan Psikologis dalam Pacaran? Mengapa Paham Gaslighting Itu Penting?
Hubungan pacaran di usia dewasa muda idealnya menjadi ruang tumbuh. Namun, kenyataannya kekerasan dalam hubungan romantis masih marak terjadi. Data WHO (2024) dan Komnas Perempuan mencatat bahwa kekerasan berbasis gender khususnya kekerasan psikis masih menjadi masalah serius di tingkat global maupun di Indonesia.
Berbeda dari kekerasan fisik yang berbekas nyata, kekerasan psikis sering kali tersembunyi. Salah satu bentuk yang paling sering terjadi tetapi jarang disadari adalah gaslighting.
Apa Itu Gaslighting? Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis berulang yang membuat korbannya meragukan ingatan, persepsi, dan realitasnya sendiri. Pelaku biasanya menyangkal fakta, memutarbalikkan kenyataan, atau menyalahkan korban hingga korban merasa "terlalu sensitif" dan kehilangan kepercayaan diri.
Dampak Buruk Gaslighting
Banyak anak muda menganggap manipulasi sebagai bentuk cinta atau perhatian. Padahal dalam jangka panjang, gaslighting memicu:
Kecemasan berlebih dan depresi
Krisis kepercayaan diri dan sulit mengambil keputusan
Trauma psikologis hingga pikiran menyakiti diri sendiri
Mengingat besarnya dampak tersebut, kami menyusun buku saku “Gaslighting: Bukan Cinta Kalau Membuatmu Meragukan Diri Sendiri”.
Melalui buku saku ini, kamu bisa:
Mengenali tanda-tanda manipulasi psikologis dalam hubungan.
Memahami dampak gaslighting terhadap kesehatan mental.
Mengetahui langkah tepat yang harus diambil jika kamu, teman atau saudaramu mengalaminya.
Booklet Mengenali Gaslighting dalam Hubungan untuk Perempuan
Gaslighting: Bukan Cinta Kalau Membuatmu Meragukan Diri Sendiri
Cari Tahu Lebih Banyak Seputar Gaslighting !
Yuk unduh dan bagikan booklet ini ke seluruh perempuan di sekitarmu!
Logo High Five melambangkan kebersamaan, kekompakan, dan kolaborasi. Empat anggota diibaratkan sebagai empat jari, sedangkan ibu jari melambangkan tujuan bersama, komitmen, dan semangat kolaborasi yang menyatukan tim. Tangan yang bertemu menunjukkan bahwa setiap anggota saling melengkapi dan mendukung. Lingkaran melambangkan kesatuan, sedangkan hati menggambarkan kepedulian dan kebersamaan. High Five bukan sekadar jumlah, tetapi tentang menjadi satu tim yang solid.